Tanpa Nama (His) #9
>> Senin, 10 Desember 2012
I didn't mean to ignore her text, i just didn't know how to reply. Atau mungkin, saya memang tidak mau membalasnya karena takut tidak bisa lepas lagi? Well, i ain't sure. Buat saya, lebih baik dia salah paham atas perlakuan kasar saya daripada dia terluka karena kelembutan saya.
Kami bukan siapa-siapa bagi satu sama lain. Pertemuan kami hanyalah persinggungan antara dua garis yang tak mungkin bertemu. Dia tidak tahu. Dia belum tahu. Saya tahu benar bahwa kami adalah dua lingkaran yang memiliki titik mula dan akhirnya sendiri. Kami hanya bersinggungan sekali waktu di sebuah ruang yang besar.
But, i hope sometimes i can see her smile again, eventhough not for me.
