ceritera nomor satu

>> Minggu, 31 Mei 2009

Hi dunia,
Sudah lama saya tidak berceritera. Banyak hal menarik yang saya alami tiap harinya. Dan kali ini saya ingin bercerita tentang cerita yang agak konyol dan membuat malu orang yang mengalaminya. Begini ceritanya..

Hari itu, minggu *kalau tidak salah* jam makan siang, ada seorang perempuan bersama keluarganya sedang berada di toko perlengkapan bayi di salah satu jalan besar di kota Yogyakarta. Perempuan itu sedang memilih-milih barang apa yang sekiranya cocok untuk ia jadikan kado kelahiran keponakannya yang kedua, cowok mungil yang lucu. Saat itu peremouan tersebut mengenakan kaos garis-garis, jeans dan jilbab berwarna kuning kunyit. Saat sedang memberi pendapat kepada sang ibu tentang baju mana yang lebih bagus, tiba-tiba ada seorang ibu tua *seorang nenek sepertinya* yang dengan wajah agak juteknya *ooppz, maaf nek, saya hanya jujur >.<* bertanya kepada perempuan tersebut "baju untuk umur dua tahunan di sebelah mana ya?". Deg! "gila ni nenek, emang saya pramuniaganya", ujar perempuan tersebut dalam hati dengan sambil berpura-pura tidak mendengar pertanyaan si nenek itu. Harapannya si agar supaya si nenek sadar dengan sendirinya sehingga tidak merasa malu. Tapi, alih-alih sadar sendiri, si nenek malah bertanya lagi dengan suara yang lebih keras. Jaaah, si nenek masih belum sadar. Perempuan itu langsung menengok kiri-kanan dan menyadari bahwa warna jilbabnya sama dengan baju pramuniaga di situ. Perempuan itu akhirnya menjawab, "uuhhmmm, maaf bu, saya kurang tahu", dengan muka jutek juga karena kesal dikira pramuniaga. Dan, astaga, tanggapan si nenek yaitu menatap tajam ke arah perempuan itu seakan-akan bilang "nggak sopan banget ni pegawai di sini", lalu pergi begitu saja menghancurkan puing-puing harapan perempuan tersebut atas permintaan maaf dan rasa malu dari si nenek *Omigosh!*. Dan dengan teganya, ibu dari perempuan itu langsung tertawa terbahak-bahak dan menjadikannya bahan ejekan untuk anaknya itu.

Aduadu, memalukan sekali. Apa anda pernah mengalami hal yang sama? Rasanya pasti gonduk *kata orang Jawa*. Hahahaha...tapi ada satu pelajaran yang saya petik dari cerita di atas, yaitu jangan pernah memakai jilbab warna kuning kunyit
bila sedang membeli perlengkapan bayi di toko *i****.

Salam semangat, dunia!

Read more...

..just what i feel right away..

>> Kamis, 28 Mei 2009

Read more...

Teknologi Membran

>> Rabu, 29 April 2009

Teknologi membran telah menarik minat beberapa pihak untuk memanfaatkannya seoptimal mungkin. Teknologi membran ini merupakan teknologi yang bisa dibilang merupakan salah satu hot issue yang ramai dibicarakan. Apa sebenarnya teknologi membran ini? Seperti apa pemanfaatannya? Keuntungan apa saja yang bisa diperoleh dari penggunaan teknologi membran?

Membran ialah lapisan suatu material yang dapat digunakan sebagai pembatas antara dua fase berbeda dimana hanya partikal, molekul atau substansi tertentu saja yang dapat menembusnya. Membran ini memiliki ketebalan yang berbeda-beda dan bisa memiliki struktur yang homogen maupun nonhomogen. Selain itu ukuran pori-porinya pun berbeda-beda. Skema ukuran-ukuran partikel yang dapat menembus membran digambarkan pada gambar berikut ini.

[Gambar 1. Skema Ukuran Partikel yang Menembus Membran]


Teknologi membran ialah teknologi yang memanfaatkan prinsip dari membran ini. Teknologi ini sudah banyak diaplikasikan dalam pengolahan air, pengolahan gas dan pengolahan limbah. Teknologi membran ini memanfaatkan prinsip pemisahan dengan membran yang memiliki banyak keunggulan, yaitu, tidak memerlukan zat kimia tambahan, hanya memerlukan energi minimum, bisa secara selektif menyaring komponen-komponen tertentu dan lain sebagainya.

Salah satu teknologi membran yang banyak didengar adalah Reverse Osmosis (RO). Air RO itu juga memanfaatkan membran untuk menyaring air yang akan digunakan sebagai air minum. Pada osmosis, pelarut akan berpindah dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi, sedangkan reverse osmosis, pelarut dipaksa untuk berpindah dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah dengan bantuan tekanan dari luar. Mengapa pemanfaatan ini cocok digunakan untuk menyaring air minum? Hal ini tidak lain karena RO tidak memerlukan zat kimia lain, ukuran pori-porinya mendekati piktometer sehingga dapat memisahkan virus dan bakteri, dapat menyaring molekul-molekul dengan berat molekul rendah (contoh: garam anorganik, sukrosa, glukosa) dan mudah digunakan.

[Gambar 2. Proses Reverse Osmosis pada Desalinasi Ail Laut]


Salah satu kekurangan penggunaan prinsip RO pada pemurnian (desalinasi) air bersih yaitu setelah berjalan cukup lama, kemungkinan akan terjadi penyumbatan membran yang disebabkan oleh pertumbuhan alga atau selaput-biologis bakteri. Hal ini bisa diakali dengan penambahan klorin untuk membunuh mikroorganisme biologis sehingga tidak terjadi pertumbuhan alga atau selaput-biologis bakteri. Namun, karena membran yang biasa digunakan adalah membran berbasis poliamoida, maka penambahan klorin juga dapat merusak membran tersebut. Alternatif yang digunakan menjadi, penambahan klorin dilakukan sebelum air melewati membran, kemudian ditambahkan lagi setelahnya. Hal ini menjadikan penggunaan RO kurang efisien.Dewasa ini, peneliti dari Amerika dan Korea telah menemukan alternatif lain yang lebih efisien, yaitu dengan mengganti membrannya dengan membran berbasis polisulfon yang lebih tahan terhadap klorin. Berikut kutipan yang disadur dari http://www.rsc.org/chemistryworld/, “Polisulfon memiliki ketahanan terhadap klorin yang lebih baik dibanding poliamida karena rantai utamanya terdiri dari cincin-cincin aromatik dan ikatan karbon, sulfur dan oksigen yang kuat," papar Ho Bum Park, yang memimpin salah satu tim peneliti di Universitas Ulsan, Korea Selatan. "Dengan demikian, polisulfon tidak mengandung ikatan-ikatan amida yang sensitif terhadap serangan klorin cair." Polisulfon sebelumnya telah digunakan untuk desalinasi, tetapi air tidak mengalir dengan baik melalui material ini. Ini diatasi dengan merubah cara pembuatan polimer ini, kata Benny Freeman, yang memimpin tim peneliti lain di Universitas Texas Austin. "Dulunya, gugus-gugus hidrofil ekstra ditambahkan ke polimer setelah polimerisasi sehingga menempatkan gugus-gugus ini pada posisi yang paling tidak stabil. Sebagai gantinya, kami memadukan gugus-gugus ini kedalam monomer, sehingga ketika polimerisasi terjadi gugus-gugus ini berpadu secara langsung dengan struktur polimer."

Dari penjabaran di atas, diharapkan kita lebih mengenal teknologi membran. Semoga pemanfaatan teknologi ini dapat terus berkembang dengan baik.

Read more...

>> Jumat, 30 Januari 2009


Senangnya bila ada orang lain memberi kita kepercayaan. Senang yang dirasakan juga bebarengan dengan rasa tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan itu. Namun, saat seseorang sudah mencium gelagat adanya pengkhianatan **ceilah katanya**, dan dia berkata seperti itu kepada orang yang tertuduh, orang yang tertuduh itu mungkin akan merasakan bukan rasa senang melainkan merasa tertohok jika **saya bilang jika lho ya** si tertuduh memang sudah berkhianat. Aduh, saya sebenarnya tidak suka dengan kata-kata 'khianat' dan kata turunannya. Hhmmm…setelah ini saya akan menyebutnya dengan ******* saja ya. **ingat *nya ada 7 lho, kalo bukan 7 berarti bukan itu..hahahahaha..enggak dink;p**

Saya pernah membaca sebuah kalimat, gini nih 'I Trust You' is a better compliment than 'I Love You' because you may not always trust the person you love but you can always love the person you trust. Hmm..gimana menurut teman-teman? Kalimat itu menggambarkan seberapa ampuhnya kata-kata 'saya percaya kepadamu'.

Kepercayaan itu kan sebuah amanah. Dan sekali orang tidak memegang amanah itu dengan baik, orang itu akan sulit untuk dipercaya orang lain lagi. Hal ini berlaku universal.

Bila seseorang ber*******, seseorang yang memberikan kepercayaan akan merasa kecewa luar biasa. Apalagi jika orang yang memberi kepercayaan itu adalah orang yang tidak mudah percaya pada orang lain, bisa trauma lho **hee…ngomong2 kelebay-an saya sepertinya menurun dari orangtuanya saya sepertinya,,hwakakakaka**. Jadi, teman-teman, ayo kita bersama-sama berjuang menjaga kepercayaan yang diberikan kepada kita ya, selalu ingat dan bayangkan jika kita menjadi orang yang di******* pasti kan tidak enak. Chayo!!

Read more...

menerima kehilangan

>> Senin, 26 Januari 2009

Sepertinya saya harus bersiap menghadapi kehilangan dan menerimanya dengan pantas. Lho? Kenapa tiba-tiba saya berpikir seperti itu ya? Saya sendiri juga heran. Tapi tampaknya itu semua karena apa yang saya alami dari tadi malam hingga detik ini. Saya merasa kecewa saat mengetahui sesuatu yang mengejutkan ini. Yah, bayangkan saja bila anda merasa mengenal betul seseorang selama waktu bertahun-tahun, tapi ternyata anda dikejutkan dengan sikapnya yang sama sekali tidak anda kenal. Seperti tertipu selama bertahun-tahun. Kira-kira seperti itu lah rasanya..dan kenapa saya merasa perlu bersiap untuk kehilangan? Karena saya merasa cepat atau lambat mungkin saja hal terburuk akan terjadi, yaitu benar-benar kehilangan orang yang semula saya kira saya sangat mengenalnya.

Hal ini sangat amat berat. Huh..saya berle lagi ya. Tapi memang saking sangatnya jadinya ya begitu.

Jujur, saat ini saya merasa tidak sanggup bila saya benar-benar harus kehilangan. Tapi, sedia payung sebelum hujan lah. Saya harus bersiap dari sekarang, biar bisa mulai menata hati agar saya akhirnya sanggup. Tapi kalau boleh memilih, saya mah jelas memilih tidak akan mengalami rasa kehilangan itu.

Bagaimana ya cara terbaik untuk menerima sebuah kehilangan dengan pantas? Mengapa saya menggunakan kata pantas? Karena saya rasa, kehilangan itu harus direspon dengan cara yang sesuai. Kalau kita kehilangan uang 100 perak tentu respon kita akan berbeda kan dibanding bila kita kehilangan uang seratusribu. Jadi, bisa juga pantas yang saya tulis tadi berarti sesuai dan pas alias tidak berlebihan. Eh, malah jadi membahas kata 'pantas'..hahahaha..saya maksudnya maubertanya serius. Apa yang sebaiknya kita lakukan untuk dapat menerima sebuah kehilangan dengan pantas? Saya masih belum menemukan jawabannya..

Ngomong-ngomong, jadi ingat lagunya Letto, judulnya memiliki kehilangan. Coba deh denger. Saya suka lagunya..hehehehe..

Teman-teman yang sedang merasa kehilangan atau menghadapi kehilangan, boleh lho berbagi dengan saya. Dengan senang hati malah=)

Read more...

I Wanna Grow Old With You

SCM Music Player - seamless music for your Website, Wordpress, Tumblr, Blogger.

About This Blog

blog ini termasuk newbie karena penulisnya memang masih berstatus 'belajar'..tapi, penulis berharap blog ini dapat menjadi media berbagi pengalaman yang memotivasi dan menginspirasi pembaca dan penulisnya sendiri.. tetap semangat semuanya^^

Lorem Ipsum

Click to view my Personality Profile page

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP