Everyday is Telur Day

>> Sabtu, 15 November 2008


Blogday..hohoho…

Kebetulan, adik saya, Haykal Fahri Gibran, hari ini, Minggu, 16 November 2008, ulang tahun yang ke-6. Nah, spontan saya jadi ingin membicarakan tentang telur ni. Kenapa ulang tahun adik saya itu mengingatkan saya pada telur? Karena dik Ical *cara saya memanggil dia* ini pencinta telur. Asal tahu saja, tiap hari yang dia mau adalah telur. Sarapan, makan siang, makan sore, dan makan malamnya harus dengan telur. Entah itu telur rebus, telur dadar, telur ceplok, maupun telur semur. Alhasil, dalam seminggu, keluarga kami menghabiskan 2 kg telur. Jujur saja, saya sampai bosan menemukan telur dalam berbagai rupa itu di meja makan saat saya membuka tudung saji *aarrrggghhh, tolong saya!*. Saya benar-benar heran. Sesuka-sukanya seseorang pada sesuatu, saya pikir, suatu saat pasti akan bosan juga *pada sesuatu lho, bukan pada seseorang;)*. Kira-kira sampai kapan ya dik ical ini berhenti meminta telur setiap hari? Hahaha…

Pengalaman dari seorang teman *namanya tidak disebut dulu ya..karena saya belum meminta ijin pada si teman*, si teman ini juga punya kenangan tentang telur. Katanya, sewaktu kecil dulu, orangtuanya suka sekali menyuruhnya makan telur *mungkin intensitasnya sesering adik saya*. Saya lupa pastinya, apakah waktu kecil dulu dia memakan telur-telur itu karena dia suka atau karena terpaksa atas hasil suruhan orangtua, yang pasti, sekarang dia jadi anti-telur. Si teman merasa eneg kalau memakan sesuatu yang berwujud telur. Kenapa saya bilang yang 'berwujud telur'? Karena, kalau bentuk telurnya sudah tidak kelihatan *seperti kue, biskuit, dll), si teman ini doyan-doyan saja. Mungkin karena sugesti ya. Sudah eneg melihat telur yang sebejibun waktu kecil dulu. Kalau si teman membaca blog ini, tolong diralat ya kalau ada yang salah..hehehehe..

Telurtelurtelur, jangan-jangan karena adik saya pencinta telur, jadi berdampak pada saya yang jadi anti-telur..he, tidak juga sih kenyataannya. Tapi bayangkan saja setiap waktu menemukan si telur walaupun dalam bentuk apapun itu nongol di meja makan saya. Sedihnya lagi, telur itu adalah lauk andalan saat tidak ada apa-apa. Jadi, ada atau tidak ada lauk yang lain, si telur tetap setia nongkrong di situ.

Bagaimana? Ada yang punya cerita atau kenangan tertentu dengan telur??

2 komentar:

Anonim 10 Desember 2008 pukul 01.20  

yaaaa dah gede ya dik ical.sekarang dah kayak apa ya mukanya.wah kalo demen ma telur sih boleh2 aj,tapi jangan ampe over dunk.karena menurut ino yang saya dengar banyak makan telur menyebabkan mata cepat lamur alias rusak getoo.hal ini di karenakan kandungan putih telurnya itu, so boleh makan telur tapi yang wajar ajaaaa yaa. maaf,,,tapi boleh dunk ngucapinmet ultah buat dek ical.smoga jadi anak yang soleh

Unknown 10 Desember 2008 pukul 04.16  

hahha..itu yang saya bilang sama si dik ical..hmm...komentar lebih lanjut nanti dulu ya..soalnya dik icalnya udah tidur, jadi lom bisa bilang, he

nanti saya sampaikan apa tanggapan dari dik ical-si pencinta telur ini;)

I Wanna Grow Old With You

SCM Music Player - seamless music for your Website, Wordpress, Tumblr, Blogger.

About This Blog

blog ini termasuk newbie karena penulisnya memang masih berstatus 'belajar'..tapi, penulis berharap blog ini dapat menjadi media berbagi pengalaman yang memotivasi dan menginspirasi pembaca dan penulisnya sendiri.. tetap semangat semuanya^^

Lorem Ipsum

Click to view my Personality Profile page

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP