Imperfect Life is The Perfect One

>> Sabtu, 13 Desember 2008


He, judul postingan saya kali ini memang rada kontroversial. Tapi saya punya pendapat sendri tentang pernyataan itu. Hidup itu mungkin memang tidak ada yang sempurna, tapi ada yang nyaris sempurna. Sebenarnya ukuran sempurna itu relatif sekali. Tiap orang mungkin punya tolak ukur sendiri tentang definisi sempurna.

Dulu, di saat saya terluka atau sedih atau ,marah atau merasakan apapun yang negatif, saya sering bertanya-tanya **mungkin lebih tepatnya 'menyalahkan'** mengapa saya harus merasakan rasa seperti itu? Mengapa rasa yang negatif itu harus ada? Dan akhirnya saya menemukan jawabannya. Sudah agak lama sebenarnya saya menemukan jawabannya, hanya saja tiba-tiba saya ingat dan ingin berbagi.

Tidak akan ada rasa kebahagiaan bila tidak ada kesedihan

Tidak akan ada terang bila tidak ad gelap

Jadi teringat liriknya lagu Berhenti Berharap dari Sheila On 7..

Kenapa ada derita

Bila bahagia tercipta

Kenapa ada sang hitam

Bila putih menyenangkan

Hohohoho…justru di situ kan yang namanya hidup. Hidup itu baru bisa dengan sempurna disebut hidup bila kita merasakan hal-hal yang saling bertolak belakang seperti contoh yang sudah saya tulis di atas. Kita tidak akan tahu bagaimana rasa bahagia itu, atau dengan kata lain tidak akan terasa sebahagia yang seharusnya bila kita tidak pernah merasakan kesedihan. Secara langsung maupun tidak lansung, memori kita akan membandingkan dua perasaan yang bertolak belakang itu. Seperti misalnya, kita pernah makan sesuatu yang tidak enak, begitu kita makan sesuatu yang lebih enak, maka secara otomatis kita bisa bilang bahwa makanan itu enak karena kita pernah merasakan yang lebih tidak enak. Kurang lebih seperti itu.

Yak, imperfect life is the perfect one!

8 komentar:

pianisaneh 13 Desember 2008 pukul 20.53  

i am nothing
nothing is perfect

so...

i am perfect...

hahahahahha

rizkabukansimsimapalagisimbah 13 Desember 2008 pukul 22.21  

kita tidak bisa mensyukuri dan menghargai kebahagiaan yang datang, kalau belum pernah merasakan kesedihan... Hmmm.... Nice words.

Unknown 13 Desember 2008 pukul 23.06  

for pianisaneh:
hahahaha...dasar narsis..malah narsis di blognya orang...>.<

for rizkabukansimsimapalagisimbah:
thanks anyway=)
that's what i think o make me better when i'm down^^

bara-nitisanggeni 13 Desember 2008 pukul 23.58  

okay..

there's no darkness.. thats only human's word to describe the absence of the light..

did god create evil? he is the almighty.. the creator isnt he?

but of course not.. evil is a mere mundane word to declare the absence of god..

heheh..

tribute to that boy albert..

Unknown 14 Desember 2008 pukul 00.05  

for joel:
hmm..that's an interesting statement..'there's no darkness.. thats only human's word to describe the absence of the light..'

so,is there also no sadness?^^

bara-nitisanggeni 14 Desember 2008 pukul 00.09  

but of course my dear..

god only creates joy..
sadness is simply word to tag the absence of joy..

i can share u my joys, if u want some..
i'm full of joy

Unknown 14 Desember 2008 pukul 23.47  

for joel:
does He?
okay, pleaze share ur joys..hehehehe^^

where do u find that lovely words? i'm so curious about philosophy of things..

bara-nitisanggeni 19 Desember 2008 pukul 18.30  

thats an old story, missy..

childhood of einstein..
he made his teacher out of words with the saying.

I Wanna Grow Old With You

SCM Music Player - seamless music for your Website, Wordpress, Tumblr, Blogger.

About This Blog

blog ini termasuk newbie karena penulisnya memang masih berstatus 'belajar'..tapi, penulis berharap blog ini dapat menjadi media berbagi pengalaman yang memotivasi dan menginspirasi pembaca dan penulisnya sendiri.. tetap semangat semuanya^^

Lorem Ipsum

Click to view my Personality Profile page

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP