Ayo Sibuk dengan Hati Ceria!
>> Selasa, 10 September 2013
Menjelang summit meeting, pekerjaan yang saya lakukan menjadi makin banyak. Kali ini pun saya perlu membawa kerjaan pulang ke rumah. Bahkan di kereta pun saya perlu membuka laptop untuk mengerjakan pekerjaan rumah saya itu.
Kalau mau menilik kembali paragraf saya di atas, saya menggunakan kata 'perlu' dan bukan 'harus'. Kenapa? Bila saya menulis ini secara spontan, mungkin kata yang terbesit pertama kali ialah 'harus'. Namun kali ini, saya menulis dengan penuh kesadaran (biasanya agak ngelantur, haha. red). Saya di sini sedang mencoba melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Bila saya menganggap kesibukan saya itu sebagai suatu keharusan, maka yang terjadi kesibukan saya itu menjadi sebuah beban. Sedangkan bila saya menganggapnya sebagai suatu keperluan, maka kesibukan itu menjadi suatu pilihan. Jadi kali ini, saya memilih untuk sibuk. Bukan sok-sok an atau bagaimana, tapi kali ini saya memilih untuk bertangungjawab terhadap pekerjaan saya. Saya ingin berusaha dengan sebenar-benarnya untuk menyelesaikan pekerjaan saya. Rumit? Belibet? Saya tidak bermaksud membuat pusing yang membaca ya :D
Melihat dari sisi itu, saya merasa lebih positif. Kesibukan yang sebelumnya mungkin saya keluhkan, sekarang dapat saya nikmati. Dengan menikmatinya, saya pun jadi bisa belajar. Belajar apa? Belajar apa saja! Belajar sabar, belajar teliti, belajar mengatur waktu, dan belajar-belajar yang lain! :D
Intinya, ayo kita nikmati momen saat ini dengan sebaik-baiknya. We are living in the present, right! ;)
Cheers!

0 komentar:
Posting Komentar