Tanpa Nama (Her) #16
>> Kamis, 10 Desember 2015
Ah, tempat ini masih sama. Sama menenangkannya. I used to love spending time here, but no more since Khiar said that cruel thing to me because this place is just like him. Khiar also has the same magic, he can calm me down just by giving me his smile.
Saya sampai duluan. Sengaja, biar saya bukan yang 'mencari-cari'. Haha, alasan ya? Bilang saja saya sudah kangen berat. :D
Saya memilih duduk di pojok tepi jendela, di tempat favorit kami. Dari sini kami dulu sering kali seenak hati memberikan komentar tentang orang yang sedang lalu lalang. Menerka-nerka apa yang sedang mereka obrolkan hanya dengan melihat ekspresi raut muka. Hihi,, i love that times.

0 komentar:
Posting Komentar