>> Jumat, 25 September 2009

It's been so long ago since my last post. hmm..i have many things to tell, but i think, now i wanna share about what exactly i'm feeling rite now.

It's been so long ago since my last post. hmm..i have many things to tell, but i think, now i wanna share about what exactly i'm feeling rite now.
Yang namanya manusia itu pastinya besifat manusiawi, ya kan?.Yang namanya manusia itu juga punya yang namanya kelemahan hati. Daripada hantu, setan, iblis dan semacamnya, menurut saya, kelemahan hati manusia itu justru lebih perlu dikhawatirkan, ditakutkan. Saat orang yang kita sayang berjanji kepada kita, misalnya, yang menakutkan bukan godaan yang mungkin akan dihadapinya yang dapat membuatnya melanggar janji itu melainkan kelemahan hatinya untuk memegang janjinya. Bila tekadnya kuat, godaan seperti apa insyaAllah bisa dihadapi. Namun, ya namanya manusia itu tadi, seringnya, tekad hati yang dimiliki tidak sekuat itu sehingga begitu ada godaan, janjinya mulai luntur sedikit demi sedikit.
Kadang, saya ingin memohon agar seseorang yang saya sayangi tidak menjanjikan hal yang sangat indah atau yang sangat saya inginkan, karena saya sadar betul, manusia itu tempatnya lupa dan salah. Bila dalam persentase, besarnya kemungkinan manusia itu melanggar janji saya taksir lebih dari 50%. Dan saat janji itu dilanggar, rasanya akan sangat menyakitkan kan? Namun, walaupun saya sudah mengetahui hal itu, harapan masih ada di dalam diri saya agar orang yang berjanji kepada saya termasuk dalam persentase yang lebih kecil untuk tidak melanggar janji itu. Saya berharap janji-janji itu memiliki dasar tekad yang kuat. Saya berdoa semoga hatinya diberi kekuatan untuk memegang janji itu hingga akhir.
Hmm..sepertinya jadi serius..hehe..tapi semoga bisa dipahami dan memberi manfaat. Sebenarnya, saya juga tidak begitu yakin postingan ini ada yang baca..ahiaghiag..*dasar kepedean bikin blog segala* tapi untuk berekspresi paling tidak..hee..kepuasan sendiri saja x)
Read more...This time, saya akan sharing saja tentang salah satu liburan saya ke pantai. Masih fresh from the oven ni..hahahaha..saya menulis ini belum lama setelah saya pulang dari pantai=D
Tadi, saya sekeluarga, tiba-tiba punya ide untuk liburan ke pantai. Kebetulan, hari ini adalah hari terkahir liburan sekloah adik-adik saya. Mereka berdua sudah mulai masuk sekolah lagi besok. Dek Illa(Nadilla Anggiawati), adik pertama saya, tiba-tiba bilang ingin main ke pantai. Setelah membujuk-bujuk si papa, sekeluarga akhirnya sepakat untuk main ke pantai. Alhasil, tadi jam 2 siang, kami berangkat ke pantai depok.
Aduhaduh, saya yang kebagian menjaga adik-adik kecil ni. Susah sekalimenyuruh mereka untuk tidak terlalu jauh ke laut. Ckckckc..si kecil dek ical (Haykal Fahri Gibran) yang paling bandel lari kesana-kemari sampai saya harus mengejar-ngejar dia. Hahahaha..lumayan serulah..nah, bisa diliat tuh foto-fotonya ;)

Hi dunia,
Sudah lama saya tidak berceritera. Banyak hal menarik yang saya alami tiap harinya. Dan kali ini saya ingin bercerita tentang cerita yang agak konyol dan membuat malu orang yang mengalaminya. Begini ceritanya..
Hari itu, minggu *kalau tidak salah* jam makan siang, ada seorang perempuan bersama keluarganya sedang berada di toko perlengkapan bayi di salah satu jalan besar di kota Yogyakarta. Perempuan itu sedang memilih-milih barang apa yang sekiranya cocok untuk ia jadikan kado kelahiran keponakannya yang kedua, cowok mungil yang lucu. Saat itu peremouan tersebut mengenakan kaos garis-garis, jeans dan jilbab berwarna kuning kunyit. Saat sedang memberi pendapat kepada sang ibu tentang baju mana yang lebih bagus, tiba-tiba ada seorang ibu tua *seorang nenek sepertinya* yang dengan wajah agak juteknya *ooppz, maaf nek, saya hanya jujur >.<* bertanya kepada perempuan tersebut "baju untuk umur dua tahunan di sebelah mana ya?". Deg! "gila ni nenek, emang saya pramuniaganya", ujar perempuan tersebut dalam hati dengan sambil berpura-pura tidak mendengar pertanyaan si nenek itu. Harapannya si agar supaya si nenek sadar dengan sendirinya sehingga tidak merasa malu. Tapi, alih-alih sadar sendiri, si nenek malah bertanya lagi dengan suara yang lebih keras. Jaaah, si nenek masih belum sadar. Perempuan itu langsung menengok kiri-kanan dan menyadari bahwa warna jilbabnya sama dengan baju pramuniaga di situ. Perempuan itu akhirnya menjawab, "uuhhmmm, maaf bu, saya kurang tahu", dengan muka jutek juga karena kesal dikira pramuniaga. Dan, astaga, tanggapan si nenek yaitu menatap tajam ke arah perempuan itu seakan-akan bilang "nggak sopan banget ni pegawai di sini", lalu pergi begitu saja menghancurkan puing-puing harapan perempuan tersebut atas permintaan maaf dan rasa malu dari si nenek *Omigosh!*. Dan dengan teganya, ibu dari perempuan itu langsung tertawa terbahak-bahak dan menjadikannya bahan ejekan untuk anaknya itu.
Aduadu, memalukan sekali. Apa anda pernah mengalami hal yang sama? Rasanya pasti gonduk *kata orang Jawa*. Hahahaha...tapi ada satu pelajaran yang saya petik dari cerita di atas, yaitu jangan pernah memakai jilbab warna kuning kunyit
bila sedang membeli perlengkapan bayi di toko *i****.
Salam semangat, dunia!
© Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008
Back to TOP