I wanna go home

>> Senin, 15 Desember 2008


Pernah berpikir tentang going home? Home. Menurut saya home adalah tempat dimana saya merasa nyaman, merasa bebas melakukan dan menjadi apa yang saya inginkan dan tempat dimana saya bisa dan boleh menjadi diri saya sendiri. Apakah rumah **dalam arti yang sebenarnya** selalu menjadi home bagi Anda?

Ada yang bilang bahwa mereka feel like in home ketika bersama dengan orang yang mereka kasihi, sayangi atau cintai. Hmm..mungkin mereka merasa seperti itu karena mereka merasa nyaman ya bila bersama dengan orang tersebut. Mungkin juga karena mereka bisa menjadi diri mereka sendiri. Tapi untuk kemungkinan alasan yang saya sebutkan sebelum ini, ada juga yang malah sebaliknya. Ada yang malah sama sekali tidak bisa menjadi diri mereka sendiri **entah karena jaim, gengsi, atau hal lain**. Mungkin tentang menjadi atau tidak menjadi diri sendiri saat bersama orang yang kita kasihi, sayangi atau cintai bisa kita bahas lain kali **mungkin;)*

Kemarin, saya sedang berada dalam kondisi badmood. Saat itu saya sedang berada di rumah, tapi saya berkata pada diri saya 'I wanna go home'. Lho? Bukannya saya sudah di rumah? Yup, tepat. Saya memang sudah di rumah, tapi sedang tidak merasa nyaman untuk berada di rumah karena sesuatu hal. Yang saya lakukan pertama kali adalah memutar otak untuk mencari tempat dimana saya bisa merasa nyaman untuk saat itu. Bukannya melarikan diri, tapi saya benar-benar ingin sendiri dan menulis apa yang saya pikirkan dengan tenang dan nyaman. Tenang yang saya maksudkan bukan berarti hening tanpa suara **itu malah akan membuat saya deg-degan antara takut dan cemas dan berpikir macam-macam yang menyeramkan..hahaha>.<**. Akhirnya saya menemukan tempat yang mungkin akan membuat Anda tertawa karena ini bukan tempat yang tampak sempurna..hahaha…tempat itu adalah MURNI, warung mie dan burjo di dekat SMA saya, SMA N 1 Yogyakarta **tolong jangan bilang saya aneh >.<**. Tempat itu adalah tempat yang lumayan sering saya kunjungi walaupun saya sudah lulus SMA **slurp…jadi ingat menu favorit saya, indomie goreng pake telor mateng ditambah kecap+merica yang banyak ditambah bakwan/tempe yang digoreng kering ditambah emping/alen-alen(tergantung mana yang ada) ditambah jus alpukat tercinta..yummy>.< wakz..banyak juga ya ternyata..hahaahaha**.

Nah, itu adalah tempat dimana I feel like in home, secure, comfortable, imperturbable **and full up, of course xp** untuk saat itu. Dimanakah tempat-tempat dimana Anda merasa sedang di rumah?? Sepertinya akan banyak jawaban tak terduga..ho..salam kasih untuk Anda semua^^

Read more...

Imperfect Life is The Perfect One

>> Sabtu, 13 Desember 2008


He, judul postingan saya kali ini memang rada kontroversial. Tapi saya punya pendapat sendri tentang pernyataan itu. Hidup itu mungkin memang tidak ada yang sempurna, tapi ada yang nyaris sempurna. Sebenarnya ukuran sempurna itu relatif sekali. Tiap orang mungkin punya tolak ukur sendiri tentang definisi sempurna.

Dulu, di saat saya terluka atau sedih atau ,marah atau merasakan apapun yang negatif, saya sering bertanya-tanya **mungkin lebih tepatnya 'menyalahkan'** mengapa saya harus merasakan rasa seperti itu? Mengapa rasa yang negatif itu harus ada? Dan akhirnya saya menemukan jawabannya. Sudah agak lama sebenarnya saya menemukan jawabannya, hanya saja tiba-tiba saya ingat dan ingin berbagi.

Tidak akan ada rasa kebahagiaan bila tidak ada kesedihan

Tidak akan ada terang bila tidak ad gelap

Jadi teringat liriknya lagu Berhenti Berharap dari Sheila On 7..

Kenapa ada derita

Bila bahagia tercipta

Kenapa ada sang hitam

Bila putih menyenangkan

Hohohoho…justru di situ kan yang namanya hidup. Hidup itu baru bisa dengan sempurna disebut hidup bila kita merasakan hal-hal yang saling bertolak belakang seperti contoh yang sudah saya tulis di atas. Kita tidak akan tahu bagaimana rasa bahagia itu, atau dengan kata lain tidak akan terasa sebahagia yang seharusnya bila kita tidak pernah merasakan kesedihan. Secara langsung maupun tidak lansung, memori kita akan membandingkan dua perasaan yang bertolak belakang itu. Seperti misalnya, kita pernah makan sesuatu yang tidak enak, begitu kita makan sesuatu yang lebih enak, maka secara otomatis kita bisa bilang bahwa makanan itu enak karena kita pernah merasakan yang lebih tidak enak. Kurang lebih seperti itu.

Yak, imperfect life is the perfect one!

Read more...

Setiap perempuan mengenakan mahkota di atas kepalanya

>> Selasa, 09 Desember 2008


Setiap perempuan mengenakan mahkota di kepalanya. Itu adalah satu kalimat yang saya kutip dari sebuah komik yang mengajari saya banyak hal. Kali ini, saya ingin berbagi dengan semua orang, sahabat, teman, dan saudara, terutama perempuan^^

Perempuan, kebanyakan memperhatikan penampilan mereka. Tapi, tidak semua merasa cukup percaya diri dengan dirinya sendiri. Saya tegaskan, bahwa setiap perempuan itu cantik, cantik dalam bentuknya masing-masing yang membuat perempuan itu memiliki keunikannya masing-masing. Hanya saja, ada tipe-tipe tertentu yang menjadi image 'cantik' bagi kebanyakan orang, yang sering membuat perempuan yang mungkin tidak termasuk tipe 'cantik-menurut-kebanyakan' itu merasa kurang nyaman dan cenderung menjadi tidak atau kurang percaya diri.

Apa hubungan kecantikan itu dengan mahkota seperti yang telah saya tulis sebagai judul di atas? Sebenarnya, dari judul tersebut saya ingin mengatakan bahwa seperti apapun anda (perempuan), anda tidak perlu malu, tidak perlu tidak percaya diri, dan tidak perlu merasa jelek, karena sesungguhnya ada orang yang menyayangi anda, bahkan mencintai anda. Seorang perempuan mengenakan mahkota di kepalanya saat ada laki-laki yang mencintai dan menyayanginya. Karena tu saya bilang bahwa setiap perempuan mengenakan mahkota di kepalanya^^

Inner dan outer beauty hanyalah bentuk dari yang kita namakan kecantikan. Setiap perempuan memiliki daya tarik mereka sendiri yang membuat mereka dicintai dan disayangi laki-laki. Mungkin anda (perempuan) tidak menyadarinya, tapi sesungguhnya anda itu istimewa!

Coba lihatlah sekeliling anda, lihatlah perempuan-perempuan di sekitar anda. Lihatlah ke atas kepala mereka. Terlihat kan bahwa perempuan-perempuan itu mengenakan mahkota di atas kepala mereka?;)

Read more...

Wrong Way

>> Minggu, 07 Desember 2008


saya bingung mau memulai menulis darimana. ..tapi, let me try..

beberapa hari yang lalu, saya baru saja berada di masa-masa sulit. masa dimana ada keraguan dan kelabilan. saya menemukan apa yang saya butuhkan di saat saya tidak mendapatkannya. hanya saja, saya mendapatkannya dari orang yang salah di waktu yang salah. dan karena suatu kesalahan, saya menambah masalah dengan bilang sesuatu yang tidak seharusnya saya bilang. hahahaha..mungkin orang yang membaca postingan ini akan bingung **kecuali yang tahu apa yang terjadi sebenarnya**. umm...nevermind..

dari apa yang sudah saya alami, saya penasaran, apa yang orang lain lakukan di saat mereka merasa berada di situasi yang salah? ada beberapa kemungkinan yang akan mereka lakukan:
1. membenarkan diri dan meyakinkan diri bahwa itu sebenarnya bukan kesalahan
2. menyalahkan diri sendiri karena telah berada di situasi yang salah
3. melarikan diri dari situasi yang salah
4. mengakui bahwa itu suatu kesalahan tapi tetap mengikutinya
5. mengakui itu suatu kesalahan dan memperbaikinya
sebenarnya,masih banyak kemungkinan yang lainnya. tapi saya sedang malas menulisnya panjang lebar di sini.

apa yang kira-kira teman-teman lakukan di saat merasa seperti itu?ada yang mungkin bisa berbagi?

Read more...

Job Fair de Ultimate 2008

>> Rabu, 26 November 2008

JOB FAIR de Ultimate 2008

great...salut sama semua panitia...salut sama ketua Job Fair de Ultimate dan PI-PI yang laen (mas Gunyu, mbak Meli, mbak Fika, mbak Ncha, Mas Budjem, Mas Sera, mbak Chika)! Job Fair ini bener2 jauh dari ekspektasi dan perkiraanQuwwhh...keren dah pokoknya^^

pengunjung yang jauh melebihi target, jalannya acara yang okz bgt, liputan dari berbagai media dan perusahaan-perusahaan yang bekerjasama nunjukin seberapa sukses acara ini berjalan...

btw...to be continued dulu ya...insya Allah aku tambahin secepatnya.

Read more...

Everyday is Telur Day

>> Sabtu, 15 November 2008


Blogday..hohoho…

Kebetulan, adik saya, Haykal Fahri Gibran, hari ini, Minggu, 16 November 2008, ulang tahun yang ke-6. Nah, spontan saya jadi ingin membicarakan tentang telur ni. Kenapa ulang tahun adik saya itu mengingatkan saya pada telur? Karena dik Ical *cara saya memanggil dia* ini pencinta telur. Asal tahu saja, tiap hari yang dia mau adalah telur. Sarapan, makan siang, makan sore, dan makan malamnya harus dengan telur. Entah itu telur rebus, telur dadar, telur ceplok, maupun telur semur. Alhasil, dalam seminggu, keluarga kami menghabiskan 2 kg telur. Jujur saja, saya sampai bosan menemukan telur dalam berbagai rupa itu di meja makan saat saya membuka tudung saji *aarrrggghhh, tolong saya!*. Saya benar-benar heran. Sesuka-sukanya seseorang pada sesuatu, saya pikir, suatu saat pasti akan bosan juga *pada sesuatu lho, bukan pada seseorang;)*. Kira-kira sampai kapan ya dik ical ini berhenti meminta telur setiap hari? Hahaha…

Pengalaman dari seorang teman *namanya tidak disebut dulu ya..karena saya belum meminta ijin pada si teman*, si teman ini juga punya kenangan tentang telur. Katanya, sewaktu kecil dulu, orangtuanya suka sekali menyuruhnya makan telur *mungkin intensitasnya sesering adik saya*. Saya lupa pastinya, apakah waktu kecil dulu dia memakan telur-telur itu karena dia suka atau karena terpaksa atas hasil suruhan orangtua, yang pasti, sekarang dia jadi anti-telur. Si teman merasa eneg kalau memakan sesuatu yang berwujud telur. Kenapa saya bilang yang 'berwujud telur'? Karena, kalau bentuk telurnya sudah tidak kelihatan *seperti kue, biskuit, dll), si teman ini doyan-doyan saja. Mungkin karena sugesti ya. Sudah eneg melihat telur yang sebejibun waktu kecil dulu. Kalau si teman membaca blog ini, tolong diralat ya kalau ada yang salah..hehehehe..

Telurtelurtelur, jangan-jangan karena adik saya pencinta telur, jadi berdampak pada saya yang jadi anti-telur..he, tidak juga sih kenyataannya. Tapi bayangkan saja setiap waktu menemukan si telur walaupun dalam bentuk apapun itu nongol di meja makan saya. Sedihnya lagi, telur itu adalah lauk andalan saat tidak ada apa-apa. Jadi, ada atau tidak ada lauk yang lain, si telur tetap setia nongkrong di situ.

Bagaimana? Ada yang punya cerita atau kenangan tertentu dengan telur??

Read more...

I Wanna Grow Old With You

SCM Music Player - seamless music for your Website, Wordpress, Tumblr, Blogger.

About This Blog

blog ini termasuk newbie karena penulisnya memang masih berstatus 'belajar'..tapi, penulis berharap blog ini dapat menjadi media berbagi pengalaman yang memotivasi dan menginspirasi pembaca dan penulisnya sendiri.. tetap semangat semuanya^^

Lorem Ipsum

Click to view my Personality Profile page

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP