Belajar berdiri lagi, Belajar terbang tinggi
>> Selasa, 27 Juli 2010
Seperti kupu-kupu yang baru saja terbangun dari tidurnya dan berusaha mendobrak kepompong yang menyelimutinya, itulah saya saat ini. Seperti kata salah satu teman saya, seperti bayi merangkak yang sedang berusaha berjalan, itulah saya saat ini.
Apa yang terjadi pada saya saat ini bukanlah hal yang pernah saya rencanakan. Saya sadar betul hal ini bukanlah suatu kebanggaan, namun ini adalah salah satu fase yang harus saya lalui dalam hidup saya. Ya benar, saya patah hati. Hubungan yang telah saya jalin selama 4,5 tahun sudah berakhir menjadi sebuah pertemanan. Bukan hal yang mudah tentu saja, tapi saya yakin semuanya akan menjadi lebih baik, untuk dia, saya dan kami. Saya berdoa supaya dia kuat di sana dan bisa menjadi lebih baik tanpa saya.
Hal yang dapat saya ceritakan, bahwa saya merasa jatuh sangat dalam. Saya terluka, saya merasa sakit luar biasa. Banyak hal negatif yang sempat berkeliaran di kepala saya. Dan suatu kebetulan, ini semua terjadi di saat saya sedang jauh dari keluarga dekat dan sahabat-sahabat saya. Tapi, justru dalam kondisi seperti itu, saya menemukan banyak sahabat-sahabat baru yang luar biasa yang membantu saya untuk tetap tegak berdiri. Terima kasih untuk teman-teman satu subunit saya *hana, mbak rina, kingkin, awqi dan igin*. Mereka hebat.
Terima kasih untuk hana, mbak rina dan kingkin yang berkali-kali sabar dan menghibur serta memberi dukungan di saaat tiba-tiba saya menangis atau sekedar tampak murung. Terima kasih sudah sangat sabar ‘mboncengin’ saya setelah berkali-kali saya jatuh dari motor.
Terima kasih untuk sms-sms penyemangatnya juga mbak rin! :)
Terima kasih untuk awqi yang dengan sederhana bilang, “semangat danie!” di saat saya sedang bersedih.
Special thanks untuk igin yang benar-benar meluangkan waktu dan pikirannya untuk membantu saya menjadi diri saya yang baru, yang jauh lebih positif. Terima kasih sudah mendengarkan semuanya, memberi pendapat dan menemani saya berkali-kali hingga dini hari dan kurang tidur. Terima kasih sudah menghibur saya, memberi saya suasana baru dan menyadarkan saya tentang pemandangan di luar sana yang sungguh indah dan membuat hati tenang. Terima kasih sudah mengabadikan banyak momen yang dapat mengingatkan saya bahwa saya yang terluka itu tidak enak dipandang mata. Saya benar-benar berhutang banyak padanya. Berkali-kali saya jatuh dan berkali-kali pula saya ditegur dan diingatkan. Terima kasih banyak.
Terima kasih juga untuk semua sahabat saya yang sangat peduli pada saya *tata, qiezt, mbak ikan, meldha, dede, omiek, yudha, damma, oddie, dll*. Dukungan dan doa kalian untuk yang terbaik buat saya sudah membantu saya bertahan.
Terima kasih untuk tata yang sudah menangis bersama saya, yang sudah membolos rapat unit sebentar untuk mendengar semua cerita saya, dan mendukung yang terbaik untuk saya. Terima kasih ya ta :)
Terima kasih untuk qiezt, mbak ikan, meldha, dede, omiek, yudha, damma, oddie buat support dan doanya via sms. Sayang kalian semua :)
terima kasih untuk teman-teman 1 unit saya juga untuk semuanya:)
Selain sahabat-sahabat saya ini, a bunch of thanks’ dedicated for my mom. Thanks mom! I hope I can be butterfly like what u said. :*
Mungkin saat ini saya masih terbata-bata dan masih melangkah perlahan-lahan menuju kebaikan, namun saya tidak ingin berhenti di jalan. Daniar bisa menjadi kuat dan tegar, saya hanya harus percaya hal itu dan tetap melangkah maju.

2 komentar:
sabar ya mbak danie'..
aku juga pernah ngerasain, putus dari si mantan yang bener2 bikin aku kehilangan. rasaya ada sesuatu yang bolong, hilang, yang itu rasanya periihh banget.
dan itu terjadi waktu aku lagi sibuk-sibuknya ujian kelulusan, UM, SNMPTN. rasanya mau mati..
Satu hal yang aku tau, obat dari itu semua adalah WAKTU.
Waktu yang bakal nyembuhin luka kita..
be strong !
iya ajeennggg..makasih yaa..
semoga pada saatnya nanti aku bisa mengambil banyak hikmah dari ini..
amien...semoga bisa kuat juga! makasih ajeng sayangg...=)
Posting Komentar