Special Birthday Present

>> Rabu, 03 November 2010

‘home’, 2 November 2010

Dear dunia,

Today is my birthday! Yippie!


Kalau tahun lalu saya melewati hari ulang tahun saya dengan mellow, kali ini, tidak seperti yang saya kira, ulang tahun saya Alhamdulillah menyenangkan ^____^


Dan saat ini, saya ingin menceritakan tentang kado pertama di ulang tahun saya kali ini,,guess what? Kado yang pertama ini dari adik saya yang cantik, Nadilla Anggiawati dan adik saya yang keren, Haykal Fahry Gibran xD


Jadi begini, awalnya saya mengira ulang tahun saya tahun ini akan menyedihkan karena jauh dari orang tua dan jauh dari si pacar. Tapi ternyata tidak demikian.


Tanggal 1 November 2010, pulang dari kesana-kemari untuk mengurus banyak hal, saya bertanya sama si Mak War adik-adik sudah pulang belum. Mak War bilang kalau adik-adik sudah pulang tapi lalu pergi lagi diantar yang biasa jemput sekolah. Baru saja meng’o’kan, Mak War menambahkan kalau adik-adik tadi pesan jangan bilang-bilang sama mbak Dani*saya.red*. Kontan saja saya tertawa. Dugaan pun mengarah ke adik-adik yang sedang membeli kado untuk saya.


Lalu, adik-adik pulang dan masuk rumah dengan mengendap-endap. Saya sih mau pura-pura tidak tahu saja xD


Tapi ternyata mereka malah langsung masuk kamar dan mengucapkan ‘happy birthday’ dan menyerahkan kadonya ke saya. Saya lalu bilang kalau ulang tahun saya kan besok, tapi mereka ngotot bilang sudah tidak sabar mau memberikan kadonya. Mereka lalu meminta saya untuk segera membuka kado tersebut. Kadonya special sekali dan kesukaan saya katanya. Tadinya saya tidak mau, mau menunggu besok saja. Tapi lalu tergoda juga,,hehehe,,


Nah, ini dia kadonya:

Beberapa hari yang lalu, waktu saya sedang berbelanja dengan dek Ical, saya memang pernah nyeletuk kalau jamnya bagus. Eh, ternyata diperhatikan sama dek Ical, dan jadi salah satu kado deh^^


Makasih ya adik-adikku sayaanggg *hug*kiss*

Read more...

Coast to coast

>> Selasa, 21 September 2010

Sudah lama sekali sepertinya tidak berlibur bersama keluarga besar. Kali ini mungkin momen yang pas karena satu keluarga besar*walaupun tidak lengkap*sedang berkumpul untuk berlebaran bersama. Kebetulan, narsisme yang saya punya ini sudah merupakan keturunan, jadinya saat semua kumpul, makin terlihatlah kenarsisan kami semua. Semuanya banci foto,,hahaha,,tapi bagusnya, kami tidak malu-malu dong di depan kamera, sehingga ekspresi-ekspresi kami pun terabadikan :D

Liburan yang saya ulas di sini yaitu liburan dari pantai ke pantai. Pantai Kuwaru menjadi tujuan bermain kami satu keluarga besar, sedangkan Pantai Glagah hanya saya datangi bersama keluarga kecil saya saja. Kami sengaja mengejar sunset di Pantai Kuwaru, pantai yang katanya termasuk baru sebagai objek wisata resmi. Menurut saya sih pantainya biasa-biasa saja, cenderung kotor malah, mungkin karena banyak sekali pengunjung yang tertarik ke sana setelah mengetahui keberadaanya. Tapi, tetap saja seru karena have fun sama-sama keluarga^^


Foto-foto gila pun dibuat, beberapa dia antaranya bisa dilihat di bawah ini:




Besoknya, saya, mama , papa dan adek-adek bermain ke Pantai Glagah. Selain main air, niat saya sebenarnya ingin sekali makan kepiting di sana karena sudah ngidam sejak lama. Tapi ternyata saya kurang beruntung, di resto dan warung-warung yang saya datangi semuanya kehabisan kepiting T.T



Waktu sampai di Pantai Glagah, matahari sedang berada di puncaknya, it was hot at that time o_O



Jadinya, sambil menunggu agak redup, kami makan siang dulu. Selesai makan siang, ternyata masih teta panas juga. Topi, kacamata dan payung pun jadi senjata. Kali ini, hanya saya dan adik-adik yang main air. Papa dan mama duduk-duduk di pinggir pantai sambil sesekali memfoto kami,,hehe :D



Karena takut, saya berkali-kali memegangi tangan adik-adik saya dan mengingatkan untuk terlalu jauh ke laut. Dan si Ical yang paling kecil ini yang paling bandel. Berkali-kali dia lari dan melepaskan diri dari genggaman saya -_____-“



Oke, sekian dulu dari saya. Akhirnya saya posting lagi setelah KKN..hehe. Oh iya, minal aidzin wal faidzin semuanya. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga lebaran Anda juga tidak kalah menyenangkan dibanding lebaran saya. Best Regards!













Read more...

Belajar berdiri lagi, Belajar terbang tinggi

>> Selasa, 27 Juli 2010

Keweron, Selasa, 27 Juli 2010



Seperti kupu-kupu yang baru saja terbangun dari tidurnya dan berusaha mendobrak kepompong yang menyelimutinya, itulah saya saat ini. Seperti kata salah satu teman saya, seperti bayi merangkak yang sedang berusaha berjalan, itulah saya saat ini.


Apa yang terjadi pada saya saat ini bukanlah hal yang pernah saya rencanakan. Saya sadar betul hal ini bukanlah suatu kebanggaan, namun ini adalah salah satu fase yang harus saya lalui dalam hidup saya. Ya benar, saya patah hati. Hubungan yang telah saya jalin selama 4,5 tahun sudah berakhir menjadi sebuah pertemanan. Bukan hal yang mudah tentu saja, tapi saya yakin semuanya akan menjadi lebih baik, untuk dia, saya dan kami. Saya berdoa supaya dia kuat di sana dan bisa menjadi lebih baik tanpa saya.


Hal yang dapat saya ceritakan, bahwa saya merasa jatuh sangat dalam. Saya terluka, saya merasa sakit luar biasa. Banyak hal negatif yang sempat berkeliaran di kepala saya. Dan suatu kebetulan, ini semua terjadi di saat saya sedang jauh dari keluarga dekat dan sahabat-sahabat saya. Tapi, justru dalam kondisi seperti itu, saya menemukan banyak sahabat-sahabat baru yang luar biasa yang membantu saya untuk tetap tegak berdiri. Terima kasih untuk teman-teman satu subunit saya *hana, mbak rina, kingkin, awqi dan igin*. Mereka hebat.


Terima kasih untuk hana, mbak rina dan kingkin yang berkali-kali sabar dan menghibur serta memberi dukungan di saaat tiba-tiba saya menangis atau sekedar tampak murung. Terima kasih sudah sangat sabar ‘mboncengin’ saya setelah berkali-kali saya jatuh dari motor.


Terima kasih untuk sms-sms penyemangatnya juga mbak rin! :)


Terima kasih untuk awqi yang dengan sederhana bilang, “semangat danie!” di saat saya sedang bersedih.


Special thanks untuk igin yang benar-benar meluangkan waktu dan pikirannya untuk membantu saya menjadi diri saya yang baru, yang jauh lebih positif. Terima kasih sudah mendengarkan semuanya, memberi pendapat dan menemani saya berkali-kali hingga dini hari dan kurang tidur. Terima kasih sudah menghibur saya, memberi saya suasana baru dan menyadarkan saya tentang pemandangan di luar sana yang sungguh indah dan membuat hati tenang. Terima kasih sudah mengabadikan banyak momen yang dapat mengingatkan saya bahwa saya yang terluka itu tidak enak dipandang mata. Saya benar-benar berhutang banyak padanya. Berkali-kali saya jatuh dan berkali-kali pula saya ditegur dan diingatkan. Terima kasih banyak.


Terima kasih juga untuk semua sahabat saya yang sangat peduli pada saya *tata, qiezt, mbak ikan, meldha, dede, omiek, yudha, damma, oddie, dll*. Dukungan dan doa kalian untuk yang terbaik buat saya sudah membantu saya bertahan.


Terima kasih untuk tata yang sudah menangis bersama saya, yang sudah membolos rapat unit sebentar untuk mendengar semua cerita saya, dan mendukung yang terbaik untuk saya. Terima kasih ya ta :)


Terima kasih untuk qiezt, mbak ikan, meldha, dede, omiek, yudha, damma, oddie buat support dan doanya via sms. Sayang kalian semua :)


terima kasih untuk teman-teman 1 unit saya juga untuk semuanya:)





Selain sahabat-sahabat saya ini, a bunch of thanks’ dedicated for my mom. Thanks mom! I hope I can be butterfly like what u said. :*
Mungkin saat ini saya masih terbata-bata dan masih melangkah perlahan-lahan menuju kebaikan, namun saya tidak ingin berhenti di jalan. Daniar bisa menjadi kuat dan tegar, saya hanya harus percaya hal itu dan tetap melangkah maju.

Read more...

Berhenti atau Terus Berlari? Apapun itu, Butuh Seorang Pemberani

>> Jumat, 18 Juni 2010


"Mungkin, ada kalanya manusia mengakui bahwa jalan yang dipilihnya harus berhenti di titik tertentu. Tapi, sampai detik ini, saya tidak pernah berhenti, entah karena saya belum sampai di titik itu atau karena saya sudah melewatinya dengan terus maju berjalan". Kalimat itu saya tulis di status Facebook saya dan juga di twitter saya. Saya menulis itu bukan tanpa alasan tentu saja. Semua yang saya pikirkan selalu mempunyai alasan. Saya hanya sedang berada di sini, memikirkan segala hal. Ya, saya memikirkan segala hal. Hampir selalu seperti itu. Mungkin naif mengira saya mampu memikirkan segala hal, tapi itu yang terjadi, saya memikirkan semua hal yang terjadi kepada saya dan bahkan yang tidak terjadi kepada saya. Saya bukan pemikir yang brilliant seperti para filsuf atau yang lain. Saya hanya tidak bisa TIDAK memikirkannya. Hal itu berefek pada baik turunnya mood saya hampir di setiap waktu.

Oh iya, kali ini yang menohok saya adalah bahwa saya sedang memelankan kecepatan berlari saya. Semua sedang mendahului saya, tapi saya tidak peduli. Saya hanya mulai merasa ada yang salah dengan tujuan saya. Okay, mungkin tidak salah, hanya tidak beres. Tujuan saya berlari menjadi samar dan terkadang seakan menyuruh saya berhenti atau berbalik arah. Saya bingung. Bayangkan saja, saat anda sedang berlari kencang dengan jalur yang lurus, tiba-tiba anda di suruh berhenti dan berbalik arah. Anda seketika seperti kehilangan arah tujuan. Kebingungan harus melanggar perintah sengan tetap berlari atau berbalik arah tanpa tahu harus kemana.

Ya, ini absurd. Seperti biasa, yang saya katakan sangat absurd. Saya tidak bisa menceritakan secara gamblang di sini. Saya hanya ingin sedikit melegakan hati. Apalagi saya tidak yakin yang bersangkutan akan membaca tulisan-tulisan saya. Itu berarti saya AMAN. LOL.

Di balik itu semua, sesungguhnya saya berusaha menyiapkan diri untuk segala kemungkinan terburuk, yaitu tiba-tiba harus menemui titik dimana saya memang harus berhenti alih-alih telah melewatinya. Saya memasrahkan hal ini kepada Tuhan. Allah, saya yakin Engkau akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Mu. Apapun itu, semoga Allah memberik saya kebesaran hati. melapangkan jalan, dan keikhlasan yang luar biasa saya butuhkan.

Bila saatnya berhenti, saya tidak perlu menyatakan diri menyerah. Saya tidak kalah, saya tidak menyerah. Justru saya menemukan bentuk kemenangan lain yang juga sama luar biasanya dengan tidak berhenti berlari. Yaitu berani untuk berhenti dan menerimanya dengan lapang hati.

Read more...

Broken Vow by Josh Groban

>> Kamis, 17 Juni 2010

Tell me his name
I want to know
The way he looks
And where you go
I need to see his face
I need to understand
Why you and I came to an end

Tell me again
I want to hear
Who broke my faith in all these years
Who lays with you at night
When I'm here all alone
Remembering when I was your own

[Chorus:]
I let you go
I let you fly
Why do I keep on asking why
I let you go
Now that I found
A way to keep somehow
More than a broken vow

Tell me the words I never said
Show me the tears you never shed
Give me the touch
That one you promised to be mine
Or has it vanished for all time

[Chorus]

I close my eyes
And dream of you and I
And then I realize
There's more to love than only bitterness and lies
I close my eyes

I'd give away my soul
To hold you once again
And never let this promise end

[Modified Chorus:]
I let you go
I let you fly
Now that I know I’m asking why
I let you go
Now that I found
A way to keep somehow
More than a broken vow

Read more...

I Wanna Grow Old With You

SCM Music Player - seamless music for your Website, Wordpress, Tumblr, Blogger.

About This Blog

blog ini termasuk newbie karena penulisnya memang masih berstatus 'belajar'..tapi, penulis berharap blog ini dapat menjadi media berbagi pengalaman yang memotivasi dan menginspirasi pembaca dan penulisnya sendiri.. tetap semangat semuanya^^

Lorem Ipsum

Click to view my Personality Profile page

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP